Konferensi Pers Penyebar Video Hoax Perkelahian Pelajar Yang Viral Di Mojokerto

Konferensi Pers Penyebar Video Hoax Perkelahian Pelajar Yang Viral Di Mojokerto

Mojokerto, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Mojokerto dan Pejabat Utama melaksanakan konferensi pers di halaman kantor Sat Reskrim Polres Mojokerto, Jl. Gajah Mada 99 Mojosari Mojokerto, Kamis, 29/10/2020.

Setelah di hebohkan dengan beredarnya video viral perkelahian sekelompok pelajar perempuan yang di duga terjadi di wilayah Bangsal Mojokerto, sejak Sabtu 24/10/2020, hari ini Polres Mojokerto melakukan konferensi pers.

Video yang menunjukkan adanya perkelahian antar kelompok pelajar perempuan yang terjadi di area persawahan dengan background bangunan berwarna merah, tertuliskan keterangan lokasi Bangsal-Mojokerto yang beredar luas melalui media sosial baik itu youtube, facebook dan whatapps.

Berdasarkan informasi dari masyarakat dan penyelidikan yang di lakukan oleh Polres Mojokerto telah berhasil mengamankan 3 orang yang diduga menyebar luaskan video yang tidak dapat di pertanggungjawabkan kebenarnya karena kejadian tersebut tidak pernah terjadi di Bangsal Mojokerto, tidak pula ditemukan lokasi kejadian sebagaimana gambar dalam video di wilayah Bangsal-Mojokerto.

Ketiga pelaku tersebut adalah DN seorang perempuan umur 19 Tahun alamat Desa Watesari Kecamatan Balong Bendo Kabupaten Sidoarjo, GF laki-laki, umur 21 tahun alamat Desa Penambangan Kecamatan Balong Bendo Sidoarjo dan MSD, umur 20 tahun alamat Desa Kemantren Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto.

Ketiga pelaku ini memberikan keterangan bahwa penyebaran video tersebut melalui media sosial adalah bertujuan untuk medapatkan subscriber, viewer maupun follower sebanyak mungkin untuk dimonetisasi.

Kapolres mengatakan sebagaimana hasil penyelidikan ketiga orang pelaku ini diamankan karena telah menyebarkan atau menyiarkan suatu berita atau pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut terangnya.

Pesan saya agar seluruh masyarakat Mojokerto mari lebih bijak dalam bersosial media, saring sebelum sharering, karena dampak dari menyebarkan berita yang tidak benar bisa berakibat buruk bagi orang lain, mari bersama-sama mewujudkan Mojokerto yang aman dan kondusif, ujar Kapolres.