Polres Mojokerto Ungkap Kasus Aborsi Dan Bisnis Obat Penggugur Kandungan Jaringan Jawa-Sumatera

Polres Mojokerto Ungkap Kasus Aborsi Dan Bisnis Obat Penggugur Kandungan Jaringan Jawa-Sumatera

Mojokerto – Bermula dari ditemukannya makam misterius dengan sepasang batu nisan bertuliskan Fulan, 10-01-2021, di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Polres Mojokerto melakukan pengembangan hingga berhasil mengamankan delapan tersangka. Hari ini, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, S.I.K., M.H. melaksanakan Konferensi Pers ungkap kasus tindak pidana Aborsi dan Bisnis Obat Penggugur Kandungan jaringan Jawa-Sumatera, Senin (08/03).

Delapan tersangka yang berhasil diamankan terdiri dari satu tersangka pemilik zigot (janin) dan tujuh tersangka dalam jaringan bisnis obat penggugur kandungan. Satu tersangka yang merupakan ibu dari zigot yang dikubur tersebut bernama Nungki Merinda Sari (26) warga Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Tersangka selama ini berdomisili di Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Sementara tujuh tersangka dalam jaringan bisnis obat penggugur kandungan yakni, Supardi (53) warga Manunggal Bakti, Kecamatan Pasar Rebo Kota, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Ernawati (50) warga Kelurahan Malaka Raya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Suparno (49) warga Kelurahan/Kecamatan Klampis, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rohman (39) warga Kelurahan Palmeriah, Kecamatan Matraman, Jakarta. , Zulmi Auliya (21) warga Desa/Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten dan Muhammad Ardian Rachmad (20). Sementara satu orang pemasok atau importir obat Cytotec, Dianus Pioman masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dari hasil penyelidikan, Tersangka aborsi membenarkan sudah melakukan aborsi dengan cara meminum obat-obatan dengan nama Cytotec. Janin berusia dua bulan tersebut dikubur di pemakaman umum Desa Sampangagung. Berdasarkan keterangan dari tersangka, Polres Mojokerto melakukan pengembangan terkait darimana obat tersebut berasal. Sehingga dapat mengamankan tujuh tersangka jaringan bisnis obat penggugur kandungan.

Barang Bukti yang berhasil diamankan diantaranya, 19 box obat merk Cytotec yang berisi 2.292 butir, satu pasang batu nisan bertuliskan Fulan, 10-01-2021, aluminium foil wadah obat Cytotec, resi tanda bukti pengiriman, cat minyak merk Avian, delapan buah Handphone (HP) milik tersangka. Pil Cytotec 3 strip isi 30 butir, satu box merk Zelona, satu box Histico dan satu box Feridexon Forte, dua box Calcium Gluconate, tiga buku rekening, satu kartu ATM dan sebuah mobil Porche Cayene AT36 Jeep nopol B 163 UJH warna hitam.

Dalam kasus ini, para Tersangka akan dijerat Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat 1 Pasal 194 Jo Pasal 75 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan subs Pasal 77A ayat 1 Jo Pasal 45A UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak subs Pasal 56 KUHP dengan ancaman pidana 10 tahun sampai 15 tahun.