Lika-liku Vaksinasi Covid-19 ke Desa Terpencil di Mojokerto

Lika-liku Vaksinasi Covid-19 ke Desa Terpencil di Mojokerto

Mojokerto- Percepatan vaksinasi COVID-19 menyasar penduduk sebuah desa terpencil di Kabupaten Mojokerto. Tidak hanya menempuh jalur berliku dan sempit di tengah hutan, petugas gabungan juga rela datang ke rumah-rumah warga untuk memberi vaksin virus Corona.

Desa terpencil tersebut adalah Gumeng di Kecamatan Gondang. Kampung di kaki Pegunungan Anjasmoro ini sekitar 28 Km dari Kota Mojokerto. Desa di tengah hutan ini hanya dihuni 150 kepala keluarga (KK) atau 400 jiwa. Sebagian besar penduduknya tinggal di Dusun Gumeng. Hanya 7 KK saja yang menghuni Dusun Blogong.

Dari Jalan Raya Gondang-Pacet, hanya jalan sempit yang menjadi satu-satunya akses masuk ke Desa Gumeng. Jalan beraspal dengan lebar sekitar 1,5 meter itu berliku dan naik turun membelah persawahan dan perkebunan warga sejauh 5 Km.

Selanjutnya, jalan yang sudah banyak berlubang tersebut membelah hutan lebat sekitar 5 Km. Sepanjang sisi kanan jalan berupa jurang dan hutan. Sedangkan sisi kiri jalan adalah tebing dan hutan. Jalan berkelok naik turun diperparah dengan penerangan jalan yang belum terpasang menyeluruh di jalur menuju Gumeng ini.

Vaksinasi COVID-19 ke desa terpencil ini dipimpin langsung Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dan Bupati Ikfina Fahmawati. Bersama petugas gabungan polisi, TNI dan Dinas Kesehatan, Dony mengendarai sepeda motor ke Desa Gumeng.

“Percepatan vaksinasi kami laksanakan di Desa Gumeng, Kecamatan Gondang yang lokasinya terpencil. Sehingga kami sepakat bersama Pemda dan TNI untuk melakukan percepatan vaksinasi di Desa Gumeng ini,” kata Dony kepada wartawan di lokasi vaksinasi, Selasa (22/6/2021).

Vaksinasi COVID-19 salah satunya digelar di Balai Desa Gumeng. Para polwan Polres Mojokerto menyediakan mi instan dan teh botol untuk warga yang telah disuntik vaksin dosis pertama. Penduduk desa terpencil ini pun berbondong-bondong mengikuti vaksinasi.

Namun, sebagian warga Desa Gumeng tidak mampu datang ke balai desa untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Medan jalan yang terjal dan curam di kampung ini menjadi penyebabnya. Petugas gabungan polisi, TNI, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto didampingi Kepala Desa Gumeng pun mendatangi rumah mereka satu per satu.

“Hari ini kami vaksin 200 orang di Desa Gumeng. Sebagian besar di balai desa, sebagian lainnya kami jemput bola ke para lansia yang ada kesulitan datang ke kantor desa,” terang Dony.

Selain menyuntikkan vaksin dosis pertama, polisi juga menyalurkan sembako ke warga Desa Gumeng yang terkena dampak ekonomi pandemi. Bantuan tersebut disalurkan untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-75.

“Kegiatan ini insyaallah akan berjalan seterusnya dalam rangka percepatan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Mojokerto untuk membentuk herd immunity,” tegas Dony.

Manfaat vaksinasi COVID-19 dari pintu ke pintu (door to door) dirasakan langsung warga Desa Gumeng. Salah satunya Sumaidah (51). Meski sempat takut disuntik vaksin, ia mengaku senang petugas bersedia datang langsung ke rumahnya. Terlebih lagi ada bantuan sembako untuk keluarganya.

“Saya senang sekali, terimakasih kepada Bapak Kapolres, Ibu Kepala Desa dan Dinas Kesehatan yang sudah memberikan vaksin kepada kami. Tadi sempat dek-dekan, tapi setelah disuntik vaksin sudah tidak takut lagi,” tandasnya. []