POLRES MOJOKERTO MAAFKAN PELAKU YANG MENGHINA KEPOLISIAN SAAT LAKUKAN PENYEKATAN PPKM DARURAT

POLRES MOJOKERTO MAAFKAN PELAKU YANG MENGHINA KEPOLISIAN SAAT LAKUKAN PENYEKATAN PPKM DARURAT

Mojokerto, Merubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik mungkin sulit untuk dilakukan tetapi yang lebih penting dari itu adalah bagaimana kita merespon dengan baik terhadap situasi yang terjadi dengan bijaksana.

Edukasi inilah yang ditunjukkan oleh Polres Mojokerto terhadap pelaku yang melakukan perbuatan kurang terpuji, mengumpat petugas yang sedang melakukan penyekatan simpul jalan yang ada di perempatan Awang-awang Mojosari Mojokerto beberapa hari yang lalu.

Hari ini Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander melakukan konferensi pers di halaman kantor Satreskrim Polres Mojokerto, Jl. Gajahmada No 99 Mojosari, Senin, 12/07/2021. Setelah berhasil mengamankan dua orang pelaku yang diduga telah melakukan perbuatan yang menghina dengan kata-kata yang kurang sopan kepada imstitusi Kepolisian.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Mojokerto, ahirnya berhasil mengamankan dua orang pelaku yaitu GENDU LUKITO PRIBADI, seorang Karyawan Swasta, yang beralamatkan Dsn. Janti Rt.013 Rw.004 Desa Janti Kec. Tarik Kab. Sidoarjo, selaku pembuat video yang kemudian diunggah di aplikasi Tiktok dan pelaku EKO LUKMANTO, seorang Mahasiswa, alamat Dsn. Kembang Rt.002 Rw.005 Ds. Kembangbelor Kec. Pacet Kab. Mojokerto, yang turut serta mengunggah kembali postingan pelaku GANDU LUKITO.

Alasan diamankan dua orang pelaku ini adalah karena telah melakukan perbuatan menghina institusi Kepolisian yang pada saat itu sedang melakukan tugas penyekatan jalan dalam rangka PPKM Darurat dengan kata-kata yang tidak pantas dan mengunggahnya di media sosial Tik Tok @ekosaperol, terang Kapolres.

Sementara itu pelaku GENDU LUKITO PRIBADI yang berprosfesi sebagai sopir angkutan air mengakui segala kesalahan yang diperbuatnya yaitu melakukan penghinaan kepada institusi Kepolisian dikarenakan merasa kesal karena beberapa kali harus mencari jalan alternatif lain ketika sedang bekerja akibat penyekatan PPKM Darurat yang dilakukan petugas Kepolisian, saya menyesal dan meminta maaf kepada institusi Kepolisian khusnya Polres Mojokerto atas perbuatan saya yang tidak patut saya lakukan, ini semua karena saya tidak mampu menahan emosi saya, ungkapnya dengan penyesalan.

Kapolrespun meberikan maaf sekaligus meminta maaf kepada Pelaku dan menjelaskan apa yang dilakukan petugas dalam penyekatan PPKM Darurat adalah semata-mata melaksanakan tugas negara, wujud rasa sayang kami kepada masyarakat, Kapolres juga mengajak kepada seluruh masyarakat Mojokerto untuk taat dan patuh terhadap peraturan yang ada, Patuh Prokes dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Ini adalah sebagai bentuk pembelajaran untuk kita semua, harus lebih sabar dalam berperilaku dan bijak dalam bermedia sosial, saling menghormati antar sesama dan saling memaafkan, semoga hal seperti ini tidak terulang kembali dikemudian hari, ungkap Kapolres.