Audensi Kapolres Mojokerto Dengan Komunitas Ojek Online Grab Bike Lintas Mojokerto (GBLM)

Audensi Kapolres Mojokerto Dengan Komunitas Ojek Online Grab Bike Lintas Mojokerto (GBLM)

Mojokerto – Sejumlah perwakilan dari pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Komunitas Ojek Online Grab Bike Lintas Mojokerto (GBLM) mendatangi Mako Polres Mojokerto dalam rangka audiensi terkait “Dampak Penyekatan Pemberlakuan PPKM Darurat Di Wilayah Kabupaten Mojokerto”, Jumat (22/07). Perwakilan ojol diterima langsung oleh Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, S.I.K., M.H., Kasat Lantas AKP Randy Asdar, S.Kom., S.I.K., dan Kasat Intelkam AKP Moh. Djupri, S.H.

Dalam audiensi tersebut, pengemudi ojol di Kabupaten Mojokerto mengaku sangat terdampak dengan adanya penyekatan jalan. Mereka kemudian meminta agar akses keluar masuk di titik penyekatan dipermudah. “Kami sangat kesulitan, karena semua akses dari jalan tikus sampai jalan utama ditutup. Itu membuat pengeluaran kita lebih besar, seperti tenaga, waktu dan BBM,” kata perwakilan ojol, Maulana.

Padahal, kata Maulana, pihaknya sudah terdampak dengan adanya kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali. Hal itu membuat omzet pendapatan hariannya menurun. “Kita sudah terdampak PPKM Darurat, omzet kita turun karena jam operasional tempat makan dibatasi sampai pukul 20.00 WIB. Ditambah ada penyekatan jalan, tidak boleh menerima orderan go ride atau grab bawa orang,” tuturnya.

Dalam kegiatan audiensi ini, Kapolres mengabulkan permintaan pengemudi ojol agar akses keluar masuk dipermudah, dengan cara menunjukkan bukti identitas sebagai driver ojol dan bukti order makanan atau obat kepada petugas penyekatan agar bisa lewat penyekatan. Kapolres menyadari bahwa para pengemudi ojol menjadi salah satu yang terdampak adanya penyekatan jalan, mulai dari omzet menurun hingga harus berputar-putar mencari jalan.